LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Nasib Buku di Masa Depan

Akankah orang-orang di dunia ini masih akan membaca buku pada jangka waktu seratus tahun lagi? Mungkin saja tidak. Beberapa orang sudah meramalkan bahwa komputer dan internet akan segera menggeser kedudukan buku.

Namun ramalan itu juga tidak bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat. Google dan semacamnya tidak mungkin bisa menggantikan buku dengan beberapa alasan. Tentu saja buku lebih kuat keotentikannya dibandingan media informasi seperti internet. Lagipula, seandainya semakin banyak manusia yang membaca buku di media apapun itu yang berbentuk elektronik, tentu saja akan semakin banyak manusia yang matanya bermasalah karena pada dasarnya membaca buku di layar lebih melelahkan daripada membaca buku di kertas. Dan jika buku benar-benar harus musnah dari muka bumi ini, bagaimana dengan nasib perpustakaan? Bagaimana dengan nasib sejarah yang kebanyakan masih dituliskan dalam sebuah buku? Apakah semua buku di dunia ini akan di scan dan di masukkan dalam komputer portable semacam E-ink? Bagaimana nasib perusahan percetakan?

Di sisi lain, mungkin kita pernah berpikir mungkin bentuk buku di masa depan tidak akan sama dengan buku yang kita beli pada saat ini. Bisa saja tidak. Hal ini sangat dimungkinkan para siswa di maasa depan hanya akan membawa sebuah buku. Dengan hanya menggunakan satu buku tersebut, para siswa dapat mengakses apapun. Itulah E-ink.

E Ink adalah jenis lain dari kertas elektronik yang diciptakan oleh Joseph Jacobson sejak tahun 1990. Joseph Jacobson kemudian mendirikan perusahaan E Ink dan dua tahun kemudian bekerja sama dengan Philips Components untuk mulai memasarkan teknologi kertas baru yang dinamakan E Ink. Teknologi E Ink menggunakan mikrokapsul berisi aliran listrik dan partikel putih yang tersebar dalam minyal. E Ink memiliki sebuah sirkuit untuk mengontrol partikel putih sepanjang waktu, baik saat partikel putih berada pada bagian atas kapsul maupun saat berada pada bagian bawah kapsul. E Ink merupakan pengembangan kembali dari teknologi elektroforesis. Bedanya, mikrokapsul dapat digunakan di atas lembaran plastik fleksibel, tidak hanya di atas kaca.

Pada versi awal, kertas elektronik terdiri dari selembar kapsul transparan yang sangat kecil, sekitar 40 mikrometer. Setiap kapsul berisi larutan minyak yang mengandung tinta hitam dan sejumlah partikel titanium diokasida putih yang tersebar di dalamnya. Mikrokapsul dilapisi cairan polimer, diletakkan di antara dua array elektrode dan bagian atasnya dibuat transparan. Kedua array harus diselaraskan agar lembaran terbagi ke dalam pixel, dimana masing-masing pixel berkaitan dengan sepasang elektrode yang terletak pada dua sisi lembaran. Lembaran dilapisi dengan plastik transparan sebagai upaya perlindungan, sehingga ketebalan secara keseluruhan mencapai 80 mikrometer, atau dua kali dari ketebalan kertas biasa.

Jaringan elektrode terhubung dengan sirkuit, yang akan menjalankan dan menghentikan kerja tinta elektronik (bahasa Inggris: electronic ink atau E-Ink)pada pixel tertentu dengan memberikan tegangan kepada sepasang elektrode. Permukaann elektrode yang diberikan tegangan negatif akan membuat partikel berpindah ke bagian bawah kapsul dan mendorong tinta hitam ke permukaan sehingga pixel akan menampilkan warna hitam. Sebaliknya, jika permukaan elektrode diberikan tegangan positif, maka pixel akan menampilkan warna putih.

Meskipun E-ink sudah dikembangkan sejak dua dekade yang lalu, masih banyak masyarakat yang belum bisa move on dari buku manual. Gejala perubahan tentang si Buku ini sudah sedikit terlihat pada era saat ini. Terbukti, banyak pelajar yang lebih suka mengambil referensi dari internet ketimbang buku. Alasannya lebih praktis dan mudah. Bahkan tak sedikt yang mengambil referensinya langsung copy-paste tanpa diedit sedikitpun. Gejalan yang lainnya adalah berkembangnya software e-book reader seperti Pdf dan teman-temannya.

Bagaimana? Sudah siapkah anda dengan perubahan?

Sumber : Wikipedia, Handout Makul Reading Semester 4 ^^

Labels: Info Unik
0 Komentar untuk "Nasib Buku di Masa Depan"

Lieve your comment below...

Back To Top