LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Mengenal Lebih Dekat Rasulullah saw.

Beberapa tahun belakangan ini di Negara Barat muncul fenomena pendiskreditan Nabi Muhamad saw. Salah satu kasus yang sangat mengundang reaksi keras masyarakat muslim dunia adalah pencantuman karikatur Rasulullah pada sebuah media massa di Denmark. Padahal umat islam sendiri dilarang untuk mencitrakan Nabi saw. apalagi sampai menghina beliau. Tentu sangatlah keras ancaman hukuman bagi orang yang melakukan ini.

Bagaimana bisa sampai terjadi fenomena-fenomena tersebut di atas di Negara barat? Apakah semua ini karena ketidaktahuan mereka terhadap Nabi Muhammad saw atau karena terlampau bencinya mereka pada Rasulullah? Padahal Rasulullah sangatlah jauh dari penilaian mereka, bahkan kawan dan lawan beliaupun sangat mengakui bahwa Rasulullah memiliki pribadi yang teramat luar biasa. Sebelam menjadi nabipun beliau adalah orang yang sangat dihormati dengan gelar Al-Amin dan Al-Qur’an pun dengan gamblang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah rahmat bagi seluruh alam.

Anas bin Malik bercerita, “Rasulullah saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule, juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus kaku. Beliau diangkat Allah SWT menjadi rasul pada usia 40 tahub. Beliau tinggal di Mekah sebagai rasul selama 10 tahun dan di Madinah 10 tahun. Beliau saw. berpulang ke Rahmatullah pada usia 60 tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai 20 lembar rambut yang telah beruban.” (HR Imam bukhari, Imam Muslim, imam Tirmidzi, dan Imam an-Nasa’i)

Dalam riwayat lain yang bersumber dari Bara’ bin ‘Azib r.a. dituturkan, “Rasulullahh saw. adalah seorang pria yang berperawakan sedang, bahunya bidang. Rambutnya yang lebat mencapai daun telinga. Bila beliau mengenakan pakaian merah, tidak seorangpun yang pernah kulihat lebih tampan dari beliau.” (HR Imam Bukhari dan Muslim, dan Imam Tirmidzi)

Selain itu juga diungkapkan dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Ishaq r.a. dikemukakan, “Ada seorang laki-laki bertanya kepada bara bin Azib r.a., ‘Apakah wajah Rasulullah saw. itu lancip bagaikan pedang?’ al-Bara’ menjawab, “Tidak, wajah beliau bagaikan rembulan” (HR Imam Tirmidzi)

Suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. menuturkan, “Rasulullah saw. Memiliki gigi seri yang renggang. Bila beliau berbicara, terlihat ada cahaya yang memancar keluar dari celah kedua gigi serinya itu.” (HR Imam Tirmizi, Thabarani, dan Baihaqi)

Rasulullah saw. juga memiliki rambut indah yang dipelihara dengan rapi, baik rambut kepala, jenggot, dan kumis. Aisyah r.a. bercerita, “aku dan Rasulullah saw. mandi dari tempayan yang sama. Beliau memiliki rambut yang pajangnya sampai di atas bahu dan di bawah daun telinganya.”

Dalam riwayat yang dituturkan oleh Ibnu abbas r.a. dikemukakan, “Sesungguhnya Rasulullah saw. dulunya menyisir rambutnya ke belakang, sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan dan ahlul kitab menyisir rambutnya ke belakang. Selama tidak ada perintah lain, Rasulullah saw. senang mennyesuaikan diri dengan ahlul kitab. Kemudian Rasulullah saw. menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan.”

Nabi Muhammad Saw. senantuiasa memotong jenggotnya, baik lebarnya maupun panjangnya. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya bahwa kakeknya berkata, Rasulullah saw. selalu memotong jenggotnya, memotong lebar atau panjangnya.”

Imam Malik memakruhkan jenggot yang dibiarkan panjang sekali. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa panjang jenggot yang boleh dipelihara adalah segenggaman tangan. Bila ada kelebihannya dari segenggaman tangan haruslah dipotong. Sebagian lagi memakruhkan memangkas jenggot, kecuali saat haji dan umrah saja.

Sementara itu kumis Rasulullah senantiasa memotong kumis agar tidak mencapai bibirnya.

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis dan panjangkanlah kumis. Adlah Ibnu Umar, jika ia menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya dan memotong kelebihannya.” (HR Bukhari )

PAKAIAN RASULULLAH Di dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa pakaian yang paling disukai Rasulullah saw. adalah gamis. Ummu Salamah r.a. berkata , “Pakaian yang paling disenangi Rasulullah adalah gamis.” (HR Imam Tirmidzi)

Dan panjang lengan baju gamis Rasulullah saw. mencapai pergelangan tangannya. Anas bin Malik r.a. bercerita, “Sesungguhnya Nabi saw. keluar dengan bertelekan kepada Usamah bin Zaid. Beliah saw. memakai pakaian Qithri (pakaian katun kasar yang berasal dari Bahrain yang bdiselempankan di atas bahunya. Lalu beliau sholat bersama mereka.” (HR Imam Tirmidzi)

SEPATU DAN SANDAL RASULULLAH

Kebersahajaan beliau dalam berpenampilan juga terlihat dari sepatu dan sandal yang beliau kenakan. Di dalam riwayat sahih dituturkan bahwa Nabi saw. pernah diberi hadiah sepasang sepatu hitam pekat oeh Najasi.

Sementara itu sandal Rasulullah mempunyai dua tali qibal dan tidak berbulu dan ia berwudzu dengan sandal itu. Nabi saw. juga mengajarkan tata cara mengenakan sandal. Beliau melarang kaum muslim beralan dengan mengenakan sebelah sandal saja. Rasulullah saw. bersabada, “Janganlah diantara kalian berjalan dengan sandal sebelah! Hendaklah memakai keduanya atau melepaskan keduanya.” (HR Imam Bukhari)

Selain itu Rasulullah bersabada, “Bila seseorang diantara kalian hendak memakai sandal, hendaklah memulainya dari yang sebelah kanan. Dan bila melepasnya, hendaklah dimulai dari yang sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi dan yang terakhir kali dilepas.” (HR Imam Bukhari-Muslim dan Imam Tirmidzi)

CARA BERJALAN NABI SAW.

Keseriusan dan ketangkasan beliau tercermin pada cara berjalannya. Di dalam hadits-hadits shahih banyak dituturkan mengenai cara berjalan Nabi saw. Beliau biasa berjalan dengan cepat seolah-olah bumi dilipat untuknya. Dan kepalanya selalu menunduk seolah-olah jalannya menurun.

Ali bin Abi Thalib r.a. pernah menuturkan, “Bila beliau saw. berjalan, kepalanya merunduk seakan-akan jalanan menurun.” (HR Imam Tirmidzi)

CARA BERTUTUR NABI SAW.

Lisan belia adalah lisan yang paling fasih, manis ucapannya, dan baik tuturnya. Beliau tidak pernah mengucapkan kata-kata yang keji. Bila beliau berkata, beliau berkata dengan rinci dan jelas serta tidak memotong dan tergesa-gesa sehingga tidak bisa dipahami. Beliau juga suka mengulang-ngulang perkataannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.’ (HR Imam Bukhari)

CARA RASULULLAH SAW MAKAN

Sesungguhnya beliau tidak pernah mencela dan mencaci makanan dan minuman. Beliau biasa makan dengan menggunakan tiga jari dan tidak menggunakan semua jari. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa beliau bukanlah orang yang rakus dan tamak. Ka’ab bin Malik r.a. menceritakan, “Rasulullah saw. makan dengan jarinya yang tiga dan menjilatinya bila telah selesai.” (HR Imam Muslim)

CARA RASULULLAH TIDUR

Al-Bara’ bin Azib r.a. berkata, “sesunnguhnya Nabi saw. bila berbaring di tempat tidurnya, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di bawah pipi kanannya, seraya berdo’a, “Rabbi qini’ adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Tuhanku, peliharalah diriku dari siksa-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu).” (HR Imam Tirmidzi)

Demikian sedikit ilmu yang bisa saya bagikan, semoga dengan kita lebih tahu seperti apa sebenarnya Rasulullah kita semakin menambah iman kita terhadap Rasulullah dan juga Rabb kita Allah SWT. Maha besar Allah yang telah mengutus Rasulullah menjadi teadan bagi kita semua.

Labels: Islam
0 Komentar untuk "Mengenal Lebih Dekat Rasulullah saw."

Lieve your comment below...

Back To Top