Jawa Barat adalah Tanah Pasundan yang kaya dengan pemandangan alamnya. Bagi sebagian orang, berkunjung ke Jawa Barat identik dengan Bandung ataupun Lembang yang terkenal dengan surga wisatanya yang luar biasa. Namun tidak menurut saya, karena kebetulan saya tinggal-lebih tepatnya merantau di Purwakarta, maka saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang salah satu wisata di Purwakarta. Kalau kamu masih tidak tau di mana Purwakarta, kamu bisa mencoba membuka maps, karena Purwakarta ini bukan Purwokerto yang ada di Jawa Tengah seperti yang kebanyakan orang kira.
Tapi benar, bagi saya susah sekali mencoba mencari tempat rekreasi dan hiburan di kota kecil ini. Bahkan mall besar dan bioskop pun tidak ada di sini. Paling terkenal adalah Taman Air Mancur Sri Baduga dengan teater air mancur warna-warninya yang cuma bisa disaksikan Sabtu Malam. Agak jauh dari pusat kota, anda hanya akan menemukan kawasan industri yang itupun sudah berbatasan dengan Kabupaten Karawang.
Kemudian waktu itu saya iseng browsing untuk referensi wisata yang bisa dikunjugi, dan jadilah saya bersama beberapa teman memutuskan untuk mencoba Bukit Panenjoan yang terletak di Desa Sindang Panon, kecamatan Bojong. Letaknya cukup jauh dari pusat kota, kurang lebih 17 km. Jadilah saya motoran ramai-ramai ke sana.
Dan ketika jalanan menanjak, saya baru tau kalau di Purwakarta ada tempat pegunungan tinggi seperti ini. Namun dipastikan harus tetap hati-hati karena banyak mobil/motor/truk yang nekat nyalip di tikungan. Setelah nyasar beberapa kali, akhirnya kita menemukan lokasinya dengan petunjuk GPS.
Ketika masuk ke area wisata, kami dipersilakan menitipkan motor dan helm dan juga membeli tiket masuk. Tiket masuk per orang Rp 5000 sedangkan parkir motor Rp 2000 (mobil Rp 5000) serta penitipan helm Rp 2000 per helm. Harga yang cukup murah bukan? Memasuki area wisata, kamu disambut dengan hamparan kebun teh yang masih prematur (karena tempat ini baru dibuka tahun 2016) serta beberapa konservasi kelinci.
Kami melewati rute kebun teh premature tersebut sejauh kurang lebih 100m. Jalanan memang nampak sepi seperti baru sedikit yang berkunjung. Kemudian sampailah kita di spot area, yang ternyata sangat ramai. Beberapa orang bahkan tampak mengantri untuk foto di spot favorit. Dan kamipun duduk duduk sebentar karena hari itu cuaca sedang panas-panasnya.
Itulah pemandangan di depan kami ketika duduk. Dari ketinggian ini, ternyata kita bisa melihat kota Purwakarrta dari atas. Meskipun agak tertutup dengan daun but not bad lah. Kita pun melanjutkan menuju spot Bukit Panenjoan area di mana terdapat banyak kerumunan yang antre foto.
Lokasinya sangat indah bukan. Kata kaka-kakak pemandu desa setempat, wisata ini masih dalam tahap pengembangan. Mungkin nanti kalau kebun tehnya sudah tumbuh subur dan pohon-pohon pelindungnya tinggi , wistata ini akan menjadi cantik dan hijau menyegarkan mata.
Beberapa tempat bahkan nampak dibuat spot foto yang menarik dengan pemandangan dari ketinggian. Bahkan pengunjung bisa membuat foto yang ciamik dan berselffie ria. Tak heran beberapa website travelling Indonesia telah memasukkan tempat wisata ini ke dalam daftar tempat-tempat instagramable di Indonesia.
Saran saya sih, kalau ingin berkunjung ke tempat ini jangan datang di siang bolong. Karena matahari sedang panas-panasnya dan mungkin tempat untuk berteduhnya sudah nggak available karena sudah ditempati orang. Pastikan untuk datang pagi-pagi, atau sore menjelang atahari terbenam.
Last but not least, tempat ini saya beri nilai 6,5 dari 10 poin. Karena waktu itu saya berkunjungnya sewaktu tempat ini belum nampak begitu bagus. Mungkin, besok-besok, 3 tahun lagi. Tempat ini sudah bisa sebagus Maribaya Lembang. Who know
Tapi benar, bagi saya susah sekali mencoba mencari tempat rekreasi dan hiburan di kota kecil ini. Bahkan mall besar dan bioskop pun tidak ada di sini. Paling terkenal adalah Taman Air Mancur Sri Baduga dengan teater air mancur warna-warninya yang cuma bisa disaksikan Sabtu Malam. Agak jauh dari pusat kota, anda hanya akan menemukan kawasan industri yang itupun sudah berbatasan dengan Kabupaten Karawang.
Kemudian waktu itu saya iseng browsing untuk referensi wisata yang bisa dikunjugi, dan jadilah saya bersama beberapa teman memutuskan untuk mencoba Bukit Panenjoan yang terletak di Desa Sindang Panon, kecamatan Bojong. Letaknya cukup jauh dari pusat kota, kurang lebih 17 km. Jadilah saya motoran ramai-ramai ke sana.
Dan ketika jalanan menanjak, saya baru tau kalau di Purwakarta ada tempat pegunungan tinggi seperti ini. Namun dipastikan harus tetap hati-hati karena banyak mobil/motor/truk yang nekat nyalip di tikungan. Setelah nyasar beberapa kali, akhirnya kita menemukan lokasinya dengan petunjuk GPS.
Ketika masuk ke area wisata, kami dipersilakan menitipkan motor dan helm dan juga membeli tiket masuk. Tiket masuk per orang Rp 5000 sedangkan parkir motor Rp 2000 (mobil Rp 5000) serta penitipan helm Rp 2000 per helm. Harga yang cukup murah bukan? Memasuki area wisata, kamu disambut dengan hamparan kebun teh yang masih prematur (karena tempat ini baru dibuka tahun 2016) serta beberapa konservasi kelinci.
Kami melewati rute kebun teh premature tersebut sejauh kurang lebih 100m. Jalanan memang nampak sepi seperti baru sedikit yang berkunjung. Kemudian sampailah kita di spot area, yang ternyata sangat ramai. Beberapa orang bahkan tampak mengantri untuk foto di spot favorit. Dan kamipun duduk duduk sebentar karena hari itu cuaca sedang panas-panasnya.
Itulah pemandangan di depan kami ketika duduk. Dari ketinggian ini, ternyata kita bisa melihat kota Purwakarrta dari atas. Meskipun agak tertutup dengan daun but not bad lah. Kita pun melanjutkan menuju spot Bukit Panenjoan area di mana terdapat banyak kerumunan yang antre foto.
Lokasinya sangat indah bukan. Kata kaka-kakak pemandu desa setempat, wisata ini masih dalam tahap pengembangan. Mungkin nanti kalau kebun tehnya sudah tumbuh subur dan pohon-pohon pelindungnya tinggi , wistata ini akan menjadi cantik dan hijau menyegarkan mata.
Beberapa tempat bahkan nampak dibuat spot foto yang menarik dengan pemandangan dari ketinggian. Bahkan pengunjung bisa membuat foto yang ciamik dan berselffie ria. Tak heran beberapa website travelling Indonesia telah memasukkan tempat wisata ini ke dalam daftar tempat-tempat instagramable di Indonesia.
Saran saya sih, kalau ingin berkunjung ke tempat ini jangan datang di siang bolong. Karena matahari sedang panas-panasnya dan mungkin tempat untuk berteduhnya sudah nggak available karena sudah ditempati orang. Pastikan untuk datang pagi-pagi, atau sore menjelang atahari terbenam.
Last but not least, tempat ini saya beri nilai 6,5 dari 10 poin. Karena waktu itu saya berkunjungnya sewaktu tempat ini belum nampak begitu bagus. Mungkin, besok-besok, 3 tahun lagi. Tempat ini sudah bisa sebagus Maribaya Lembang. Who know


0 Komentar untuk "Bukit Panenjoan, Purwakarta"
Lieve your comment below...