Yang ini, soal tata tertib di jalan yang sering disepelekan. Beberapa pengguna jalan bahkan dengan percaya dirinya melanggar aturan. Kalau sudah begini, kadang nilai-nilai keselamatan sering dikesampingkan. Nyawa dirinya, atau bahkan nyawa orang lain juga turut menjadi taruhan. Dan pada kebanyakan kasus kecelakaan, penyebab utamanya selalu si pelanggar aturan.
Ada orang yang begitu baik di lingkungan kerja, kampus, sekolah, atau bahkan keluarga, namun mereka adalah devil di jalanan. Nggak ngerti apa yang mereka terapkan di pikiran. Nyalip kanan kiri tanpa perhitungan, berkendara tanpa prosedur keamanan, nerobos lampu merah,kebut-kebutan, bahkan mau belok kiri malah menyalakan lampu sein kanan. Rasanya ngeri, kalau si raja-raja jalanan ini sampai memakan korban. Kecelakaan tunggal, kecelakaan maut, bahkan sampai kecelakaan berantai yang banyak diberitakan di media rasanya sudah semakin akrab di pendengaran.
Slogan “Keselamatan di jalan adalah kerja sama antar sesama pengguna jalan.” sepertinya sudah semakin diabaikan. Cuma “yang penting sampai dengan waktu tercepat” yang mereka pedulikan. Garis marka yang jelas-jelas dibuat agar tak dilampaui di tikungan, sudah tak lagi mereka hiraukan. Kan sudah di bilang, jangan pernah nyalip di tikungan. Akibat paling fatal, kalau-kalau ada truk muatan berat yang mungkin melintas dari arah lawan.
Memang, maut di tangan Tuhan. Tapi kalau tak ingin mati konyol di jalan, masih bisa kan sedikit saja—setidaknya menghiraukan peraturan tata tertib di jalan? Kalau kamu memang tak peduli dengan keselamatan, setidaknya pikirkan para pengguna jalan lain yang kemungkinan juga bisa menjadi korban. Pikirkan mereka, yang sudah berhati-hati dan menaati peraturan namun terpaksa bernasib buruk cuma karena kesalahan orang-orang si pelanggar aturan.
Tak usah menyalahkan buruknya birokrasi jalanan atau sistem transportasi daratan, kalau kamu sendiri masih tak paham tata tertib jalanan. Karena sadar ataupun tidak, yang menentukan baiknya tatanan suatu sistem di jalan, 90 % adalah pengguna jalan. Kalau sampai hari ini kamu masih menjadi devil jalanan, ayolah! Setidaknya tunjukkan kalau kamu adalah seseorang yang memang berpendidikan yang paham aturan.



0 Komentar untuk "Aturan Dibuat Untuk Dilanggar (?)"
Lieve your comment below...