LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Surat untuk yang gemar menyatakan lewat laman sosial media

Untukmu yang seperti tak memiliki tempat bercerita

Kau mungkin akan mengeluh pada lembaran-lembaran kertas memomu, mengungkapkan deretan huruf berbasis 140 karakter yang yang menyumbat selaput otakmu, atau menulis di buku harianmu tentang ini itu, tentang perjalanan hidupmu yang seolah terlalu melelahkan, tentang cerita keseharianmu yang seolah sangat menyedihkan.

Mungkin ini benar, atau kalaupun salah, biarkan kau bertanya pada dirimu sendiri mengapa kau terlalu naif untuk mengakuinya. Kau menyumpah serapah, mencaci maki entah pada siapa. Menuliskan penderitaanmu pada dinding dengan karakter terbatas yang tentu saja dilihat oleh berpasang-pasang mata. Kau berpikir seolah-olah dunia tak pernah adil hingga kau kehabisan akal untuk menyatakannya kepada siapa.

Hei kamu, berhentilah berlaku seakan-akan engkau paling menderita, berhentilah bersikap seolah kau sedang sakit jiwa. Sebenarnya kau ini hidup di dunia apa? Sadarilah bahwa dunia tak sebatas kata dalam 140 karakter atau sejenisnya. Kau yang menunjukkan tangismu pada dunia, tak lantas akan membuat mereka berbela sungkawa. Beberapa yang kau kira peduli, mungkin hanya akan mencibir dalam benci, lalu menahan tawa.

Berhentilah melukis perih di laman sosial media, berhentilah… selagi kau masih memiliki akal dan etika. Karena aib yang kau miliki, adalah hal yang semestinya kau kunci, kau simpan pada jurang jiwa yang lebih dalam dari sebatas seratusempatpuluh spasi. Karena sedih yang kau miliki, tak pernah sebanding dengan mereka yang benar-benar bisa tersenyum meskipun sejak pagi perutnya belum terisi.

Sudah sadarkah kamu? Bahwa menulis keluhan dalam seratus empat puluh spasi tak akan sedikitpun mengurangi kegetiran hati. Kemudian terdapat satu hal yang lantas terlupakan ketika kau menuliskannya dalam spasi-spasi. Kau melupakan sesuatu di mana IA selalu ada ketika kau ingin berbagi. IA selalu menunggumu, menyaksikan cerita-ceritamu tanpa pernah terlebih dahulu kau bercerita. Dan berdo’alah…. Karena DIA selalu ada…

Perhatikanlah : “Ada tiga pusaka kebajikan yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sedekah” (HR Thabrani)

Dariku,

Yang gemas terhadap kegalauanmu

#30harimenulissurat

Labels: Surat
0 Komentar untuk "Surat untuk yang gemar menyatakan lewat laman sosial media"

Lieve your comment below...

Back To Top