LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Sejarah Letusan Gunung Api Terdahsyat di Indonesia (The most hazardous volcano erruption in Indonesia)

Beberapa minggu yang yang lalu, tepatnya pada 13 Februari 2014 Gunung Kelud yang terletak di Kawasan Kediri, Malang, dan Blitar memuntahkan ribuan meter kubik material hingga abu vulkaniknya sampai ke daerah Tasikmalaya, Jabar.

Usut diusut, ternyata Indonesia merupakan negara Ring Of Fire, posisi Indonesia yang berada pada titik pertemuan tiga lempeng tektonik (tectonic plate) yang saling bertabrakan yaitu lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia dan Lempeng Pasifik, membuat Negara Indonesia tercabik-cabik dan pada akhirnya membuatnya menjadi rangkaian gunung api aktif (rangkaian Gunung Api Indonesia).Inilah yang menyebabkan Indonesia kaya akan gunung api.

Untuk itulah, letusan gunung terdahsyat yang pernah tercatat sepanjang sejarah dunia salah empatnya ada di indonesia.

1. Gunung Toba

Ternyata menurut sejarah, terbentuknya danau Toba bukan seperti yang diceritakan di dongeng Legenda danau Toba,yang di dalamnya mengisahkan bahwa Danau Toba terbentuk karena kutukan dari seorang wanita ikan yang sedang marah karena tak terima anaknya dipanggil anak ikan.

Siapa yang menyangka dibalik indahnya Danau Toba yang terletak Sumatra Utara, dulu pernah terjadi sebuah bencana mahadahsyat yang hanya menyisakan beberapa ribu orang saja di dunia. Terakhir, sekitar 74.000 tahun yang lalu, Gunung Toba meletus mengeluarkan 2.800 kilometer kubik magma ke udara. Letusan ini dikenal dengan YTT (Youngest Toba Tuff) yang merupakan letusan terbesar di bumi dalam 2 juta tahun terakhir.

Seorang geolog dari Massachusetts memperkirakan bahwa saat itu seluruh lapisan bumi diselimuti lapisan kuning beracun—dari asam belerang—yang kemudian luruh dan sebagian terendapkan di Greenland. Peluruhan itu berlangsung selama enam tahun.Inilah yang menyebabkan cuaca dingin di seluruh permukaan bumi selama ribuan tahun. Jutaan ton asam sulfat dilepaskan ke stratosfer sehingga menciptakan kegelapan total selama enam tahun dan suhu beku sedikitnya 1.000 tahun.Fotosintesis melambat, bahkan hampir mustahil terjadi, menghancurkan sumber pakan manusia dan hewan.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

2. Gunung Krakatau

Pada hari Senin , 27 Agustus 1883 Krakatau yang terletak di tengah-tengah Selat Sunda meletus, gunung yang dikabarkan sudah tidur selama 200 tahun ini menjadi perhatian seluruh dunia. 36 ribu orang kehilangan nyawa akibat bencana mahadahsyat ini. Letusannya bahkan diperkirakan lebih dari 10 ribu kali kekuatan bom atom. Pada hari itu juga, Krakatau meledakkan dirinya hingga dentumannya terdengar sampai ke Sri Lanka bahkan Australia timur. Siapapun yang berada dalam radius 10 kilometer niscaya menjadi tuli.

Letusan gunung di tengah selat ini memicu sebuah tsunami yang meluluhlantakkan hampir seluruh bagian barat pulau jawa.

Kabarnya saat itu kekuasaan Batavia (sekarang Jakarta) sedang di kuasai secara penuh oleh Pemerintah Kolonial belanda. Ombak tinggi juga masuk ke kanal-kanal air Batavia yang saat itu tertata rapi. Pedagang dan penduduk setempat berlarian menyelamatkan diri. Yang mengherankan, hari itu cuaca sangat dingin. Langit setengah gelap dan muram meskipun siang hari. Wajar karena langit Batavia tertutup jutaan ton debu letusan Krakatau. Udara penuh dengan abu yang menyusup ke rambut, mata dan gigi setiap orang. Trem-trem penuh dengan orang yang berangkat kerja. Kereta kuda memenuhi alun-alun raksasa sekarang Monas.

Yang menakjubkan, kerangka-kerangka manusia ditemukan mengambang di Samudera Hindia hingga pantai timur Afrika sampai satu tahun setelah letusan. Letusan Krakatau juga menciptakan fenomena angkasa. Lewat abu vulkaniknya. Abu yang muncrat ke angkasa, membuat Bulan berwarna biru. Gunung Krakatau hancur lebur sejak saat itu, hingga 40 tahun kemudian setelah terjadinya letusan, muncul sebuah gunung api yang menjadi anak Krakatau. Gunung tersebut terus tumbuh dan begitu aktif.

3. Gunung Tambora

Malam itu pada tanggal 10 April 1815, Tambora yang konon tidak aktif, tiba-tiba meletus, atau meledakkan dirinya. Tiga lajur api terpancar dan bergabung. Seluruh pegunungan dialiri dengan api merah yang sangat panas, bahkan batuan apung dengan diameter 20 cm berjatuhan dari puncak gunung yang terletak di kawasan Pulau Sumbawa ini. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut di seluruh sisi semenanjung dan melahap habis desa Tambora. Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April. Bau nitrat tercium hingga Batavia dan hujan besar yang disertai abu tefrit berjatuhan.

Tsunami besar menyerang pantai beberapa pulau di Indonesia pada tanggal 10 April, dengan ketinggian di atas 4 m di Sanggar pada pukul 10:00 malam. Tsunami setinggi 1-2 m dilaporkan terjadi di Besuki, Jawa Timur sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku.

Letusan ini telah menyebabkan hujan abu menyebar keliling dunia, menyobek lapisan tipis ozon hingga menyebabkan hujan tanpa henti selama delapan minggu di kawasan Eropa , memicu epidemic tifus di Inggris dan menewaskan 65000 jiwa. Telah mengakibatkan gagal panen di China, Eropa, dan Irlandia. Bahkan terjadi tragedi kelaparan di Perancis yang menyulut kerusuhan di negeri itu.

Angin bujur menyebarkan partikel tersebut di sekeliling dunia, membuat terjadinya fenomena Matahari terbenam yang berwarna dan senja terlihat di London, Inggris antara tanggal 28 Juni dan 2 Juli 1815 dan 3 September dan 7 Oktober 1815. Pancaran cahaya langit senja muncul berwarna orange atau merah di dekat ufuk langit dan ungu atau merah muda di atas.

4. Terkuaknya Misteri Meletusnya Gunung Samalas pada abad 13

Catatan sejarah ini ini ditulis pada pertengahan zaman Eropa bahwa pada tahun 1257 telah terjadi cuaca yang sangat mengerikan di bumi akibat sebuah letusan gunung api. Saat itu suhu anjlok menjadi sangat dingin dan hujan turun tak henti, menyebabkan bencana banjir. Bahkan letusan ini jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan Krakatau dan Tambora.

Penelusuran dan penelitian mendalam yang telah dilakukan berbagai ahli akhirnya mengerucut pada sebuah gunung di Indonesia, yang bahkan mungkin tidak begitu dikenal oleh orang Indonesia pada umumnya. Gunung Samalas, itulah nama gunung, yang didasarkan dari Babad Lombok, yang menjadi jawaban atas pertanyaan besar dari mana sumber erupsi besar di tahun 1258. Gunung Samalas berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan termasuk dalam kompleks Gunung Rinjani yang saat ini wujudnya hanya bisa dikenali dari hasil erupsi dahsyatnya, Danau Kaldera Segara Anakan dan “anak” Samalas yang dikenal sebagai Barujari. Gunung ini menyisihkan beberapa opsi lain yang awalnya diduga sebagai pelaku di balik erupsi yang menyebabkan Eropa mengalami “dry fogs” pada tahun tersebut.

Babad Lombok, sebuah sajak Jawa Tua yang ditulis di daun lotar mengkisahkan terjadinya sebuah letusan gunung dahsyat di Lombok. Dalam Babad Lombok ini juga dijelaskan urutan fenomena letusan yang terjadi dan juga akibatnya berupa musnahnya Kerajaan Pamatan(Kerajaan lokal yang ada di sekitar Lombok) dan tewasnya ribuan orang di sekitarnya. Dikisahkan juga dalam Babad tersebut bahwa letusan ini terjadi sebelum periode Selalarang, yaitu sebelum abad ke 13.Ini didukung juga oleh peta geologi Lombok yang dibuat oleh Nasution dkk.yang menyebutkan erupsi yang membentuk kaldera Segara Anakan terjadi di antara tahun 1210 sampai 1260.

Labels: Info Unik
0 Komentar untuk "Sejarah Letusan Gunung Api Terdahsyat di Indonesia (The most hazardous volcano erruption in Indonesia)"

Lieve your comment below...

Back To Top