"Yang kita perlu sekarang cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.” (Genta, Arial, Ian, Zafran, Riani, Dynda)
Itulah hal yang diucapkan keenam pemeran utama film 5 cm ketika hendak mulai mendaki Merbabu. Sangat inspiratif bukan?
Film 5 cm ini diangkat dari Novel karya Donny Dirghantoro dan diputar secara serentak pertama kali pada tanggal 12 Desember 2012. Di sutradarai oleh Rizal Mantovani dengan pemain seperti Igor Sykoji (lan), Fedi Nuril (Genta), Herjunot Ali (Zafran), Raline (Riani) Denny Sumargo (Arial) dan Pevita Pearce (Dinda) film ini mampu menembus perhatian jutaan penonton hanya dalam waktu 10 hari.
Setting film ini berlatar salah satu Gunung tertinggi di pulau jawa yakni Semeru. Menurut akun twitter @5cmTheMovie semua pemain yang melakukan perjalanan dari jakarta dengan menaiki kereta Mataram dan melakukan pendakian gunung semeru secara langsung. Bahkan Igor Saykoji yang berperan sebagai Ian sampai mengira bahwa ia khilangan bobotnya sebanyak 10kg dan ternyata Cuma 4 kg.
Pertama kali aku nonton film ini, aku bisa menebak nanti endingnya bakalan seperti apa, mereka berlima akhirnya berhasil mendapatkan mimpi mereka. Hebat, si pembuat film ini benar-benar patut diacungi jempol.
Dimulai dari persahabatan mereka yang benar-benar dekat. Kocaknya si Ian yang suka makan mie instant dan nonton film bokep sampe kuliahnya nggak lulus-lulus. Atau anehnya si Riani yang suka minta kuah mie istannya si Ian. Idealismenya Zafran untuk menjadi pujangga bak Kahlil Gibran. Bikin ketawa guling-guling.
Bahkan sampai kisah persahabatan mereka yang paling mengharukan, waktu Arial kedinginan sampai hampir mati. Atau waktu mereka mendaki puncak Mahameru dan Ian tertimpa batu dan telinga Dinda luka parah. Sampai mereka mengira Ian meninggal. Pas udah nangis-nangis eh ternyata Iannya batuk-batuk.
Lalu kemudian kisah cinta mereka yang pada akhirnya Riyani menikah dengan Zafran, Ian benar-benar jadi suaminya Happy Salma dan kemungkinan Genta dengan Dinda, adiknya Arial. Padahal awalnya aku mengira Riyani itu suka sama si Genta dan Zafran akan benar-benar mendapatkan cintanya Dinda. Nggak kebayang kalau ternyata Genta itu sayangnya sama Riani, meskipun Riyani sayangnya sama Zafran. Dan yang bikin panas di kuping itu waktu Riiani bilang,
“Nggak enak ya kalau jadi cewek,”
“Kenapa?”
“Kalau cewek suka sama orang, nggak bisa langsung bilang. Bisanya cuma nunggu,”
Ada juga adegan romantis saat Zafran sama Dinda berdiri di pintu kereta berdua sambil menikmati pemandangan yang keren. Terlebih soundtracknya yang dibawakan oleh Nidji berjudul Rahasia Cintaku juga cukup enak didengar.
“Andai matamu melihat aku, terungkap semua isi hatiku.”
Di lain hal yang aku suka dari film ini adalah membuat aku sadar satu hal. Lewat penggambaran Mahamerunya, danaunya, samudera di atas awannya, savananya, mampu bikin aku langsung melongo. Bahwa ternyata negeri ini indah. Tak terbayang ada yang seindah dirimu Mahameru. Mungkin seperti yang dialami Ian yang jadi sadar kalau terlalu sayang pergi ke Inggris Cuma buat MU dan meninggalkan Indonesia yang mempesona ini. Rasanya aku jadi punya satu impian lagi, kapan ya aku bisa melihat samudera di atas awan? Seperti kata Zafran waktu di kereta , “Negeri ini indah Tuhan, bantu aku menjaganya.”
“Sederhana, tapi luar biasa, bila ia meyakininya. Sebuah impian. Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita, taruh disini, didepan kening kamu. Jangan menempel, biarkan ia menggantung, mengambang, 5 senti meter, didepan kening kamu. Maka dia nggak akan lepas dari kening kamu. Kamu bawa impian itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, percaya bahwa kamu bisa, bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, apapun hambatannya, kamu bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama impian kamu dan kamu nggak akan pernah menyerah.” Itulah kalimat indah yang hadir di bagian akhir film ini.
Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.


0 Komentar untuk "5 cm, Film Indonesia Paling Keren yang Pernah Saya Tonton"
Lieve your comment below...