LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Memahami bagaimana rumitnya kau dan aku

Kita masih saja terpisah pada angkuhnya dinding tebal yang kuberi nama keteguhan. Kau dan aku sama-sama belum memiliki nyali untuk saling melebur untuk menjadi kita. Bukan karena sama-sama tak peduli, bukan juga karena kita naif atau apapun itu.

Kau tau, dan aku mengerti. Kita tak punya cukup waktu untuk sekedar menyapa hai, atau bahkan bercerita sana sini, berjalan sama-sama kesana kemari. Keberadaanku sebagai apapun itu di matamu bukan lagi menjadi hal yang teramat penting bagiku. Demikian juga dengan kamu.

Bahkan sesekali aku sangat ingin menelusuri betapa rumitnya aku dan kamu. Sesekali, aku juga sama khawatirnya seperti kamu, mencemaskan keadaanmu, dan bahkan merindukan kehadiranmu. Namun sekali lagi, bahwa pada akhirnya kita akan menyadari bahwa kita belum terlalu butuh untuk saling membutuhkan.

Kalau aku mau berpikir sekali lagi, ini samasekali bukan perkara rumit. Kau dan aku begitu sederhana. Selama langit dan matahari kita masih sama. Kita akan sama-sama belajar tentang apa itu cinta yang sebenarnya, tentang bagaimana itu kesabaran tanpa batas, dan tentang kapan kita akan dipersatukan, tentang alasan (jika mungkin) mengapa kita suatu saat nanti harus merelakan.

Kemudian kita akan merasa tampak tegar dengan pemahaman seperti ini. Menjejakkan kaki dengan begitu kokoh di atas dunia. Berteriak dengan lantang bahwa kau dan aku sama-sama kuat walau tak saling berpegangan tangan.

Meskipun mungkin, akan tiba saatnya nanti kita benar-benar berhenti. Entah berhenti untuk menjaga perasaan ini, atau mungkin berhenti dengan pemahaman ini. Lalu, kau dan aku akan sama-sama berdo’a, “Ya Muqallibal Quluub, Tsabit Qalbi ‘Ala Diinik”

0 Komentar untuk "Memahami bagaimana rumitnya kau dan aku"

Lieve your comment below...

Back To Top