LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Cinta itu Sederhana, Kalau jodoh ya nikah aja

Biasanya sekali, saat seseorang mulai menginjak usia kepala dua, hari-harinya mulai diisi kecemasan perkara pendamping hidup yang kelak akan mengisi masa depan. Setiap bulan mulai ada saja kegiatan kondangan demi memberikan ucapan selamat atau ungkapan turut bahagia atas menikahnya satu persatu saudara dekat, bahkan teman seperjuangan. Melihat mereka bersanding di pelaminan, pertanyaan yang kita punya kadang sama: “Siapa ya jodoh aku?” “Kapan ya aku kayak mereka?” “Gimana ya rasanya nikah?” “Jodohku datengnya berapa taun lagi ya?”

Untuk yang sedang benar-benar sendiri, tak memiliki stock bribikan ataupun semacam TTM dan sejenisnya, mungkin cemasnya akan lebih parah lagi. “Pacar aja belum punya, gimana mau nikah?” Ahaha tidak. Bukan seperti itu. Di luar sana ada begitu banyak jomblowan jomblowati paling abadi, belum pernah sekalipun pacaran atau bahkan mencicipi cinta-cintaan namun tiba-tiba saat menjelang wisuda datang membawa kabar bahagia. Menikah di usia yang masih sangat muda. Ada pula yang sudah berkali-kali merayakan anniversary cinta-cintaan khas anak remaja namun tiba-tiba putus di tengah jalan. Kandas sebelum sampai pelaminan. Kandas bukan sejenis penyakit kulit kan?

Mereka, para manusia terkadang terlalu berani menciptakan kisah mereka sendiri, menebak, mencoba-coba menyutradarai jalan hidup mereka sendiri alih-alih untuk mencari pendamping hidup yang sejati. Pacaran, PDKT, sampai uji nyali menggadaikan masa depan mereka sendiri demi mencari satu perkara yang seharusnya masih tetap menjadi misteri. Mereka yang pernah mencoba menghabiskan bilangan hari, bulan, bahkan tahun bersama dengan calon yang katanya akan mendampingi pun tak khayal malah sering menangis sendiri. Mencecap luka, dikhianati, ditinggalkan, atau bahasa apapun yang begitu familiar di telinga anak usia dua puluhan. Ada hati yang katanya sedang pilu dilanda rindu, ada yang kemudian mengeluh sms tak dibalas, cemburu-cemburu tak jelas.

Bukankah tujuan dari janji yang dirapal setiap hari dan kemana-mana berdua hanyalah sebuah prosesi singkat “Saya terima nikahnya..”. Rasanya lucu kalau kita menghabiskan ribuan hari hanya untuk prosesi yang tak lebih dari lima menit saja. Setelah berkaca pada sekian banyak kawan yang sudah melangkah ke pelaminan, pandangan kita soal jodoh pun akan semakin sederhana. Bukan lagi soal kencan ke mana, bukan pula soal seberapa sering memanggil sayang di depan muka, jodoh adalah tentang seberapa besar keberanian kita, keyakinan bahwa hidup tak lagi layak diperjuangkan sendirian. [AdSense-B]

Sehebat apapun kisah pacaran yang mereka jalani, sebesar apapun keinginan mereka untuk terus menyatukan janji, kalau semesta enggan mengamini, ceritapun berakhir sampai di sini. Ada yang sudah dilamar, sampai di depan pintu malah mundur teratur. Pertunangan pun masih tak bisa membuat aman karena tak ada jaminan. Apalagi mereka, yang memaksakan bersama-sama hanya atas dasar rasa saling suka, saling cinta. Mau diikat dengan cincin batu akik kalimaya pun kalau memang Yang Kuasa tak pernah mengizinkan tetap saja hanya tinggal cerita. Mau berjanji manis seperti apa, rasanya bukan apa-apa kalau belum ada kata sah di depan negara dan agama.

Rasanya, manusia terkadang terlalu naif soal jodoh. Jodoh samasekali bukan didapat dari kencan, pacaran berlama-lama, tebar pesona kemana-mana atau seberapa banyak pengalaman manusia soal cinta. Tapi namanya manusia, yang katanya berusaha, malah kebablasan usahanya. Merasa tak sempurna kalau belum bertemu pasangan yang menggenapkan. Padahal, jika memang sudah waktunya, pintu jodoh akan terbuka, bahkan terkadang tanpa banyak usaha.

Perihal jodoh, kitapun juga sudah dibatasi dengan berbagai aturan. Bukan dengan pacaran ataupun kencan, bukan juga dengan PDKT ke sana kemari. Ketimbang meributkan sesuatu yang sudah ditetapkan, mengapa tak mencoba mengusahakan yang bisa diubah dengan jalan usaha keras? Rejeki, pekerjaan, bersekolah sampai insinyur, sampai hal lain yang belum sempat terjangkau. Ketimbang terus-terusan galau memikirkan pasangan yang sudah jelas dipersiapkan Yang Maha Kuasa, lebih baik disibukkan dengan meniti karir, membahagiakan orang tua yang, atau kegiatan yang lebih pantas untuk diperhitungkan. [AdSense-B]

Mau percaya atau tidak, suatu hari akan ada masanya seseorang menggenggam erat tangan kita, lalu pada saat itu kita akan tersenyum bersama beberapa teka-teki yang sudah semakin banyak kita pecahkan, ternyata ini jalannya, ternyata ini jodoh yang sudah disiapkan semesta. Semua hal yang pernah dicemaskan pada masa muda, hanya akan menjadi bahan tertawaan bersama istri atau suami kita.

Labels: Artikel
0 Komentar untuk "Cinta itu Sederhana, Kalau jodoh ya nikah aja "

Lieve your comment below...

Back To Top