LightBlog

Followers

Blog Archive

Find Us On Facebook

Categories

Translate

Breaking

Recent In Internet

Recent Post

Video Of Day

Facebook

LightBlog

Recent

Adbox

Technology

Popular Posts

Catatan Perjalanan : Going to Sikunir

Entah harus memulai dari mana untuk bercerita. Tanpa aba-aba, rencana liburan yang harus terpaksa dibatalkan selama dua minggu karena TOEIC tiba-tiba harus disegerakan. Tanpa persiapan yang berarti, berangkatlah kami yang terdiri dari mahasiswa yang katanya ingin naik gunung tapi gunung-gunungan :D.

Dengan dua mobil rentalan yang kami sewa, kami berangkat dari Purworejo pukul 15.00 sore. Sengaja nggak pakai motor biar nggak kecapekan dan benar-benar menikmati liburan. Konon katanya, jalanannya begitu ihwaw dan akan membuat kami mabuk kendaraan. Tapi ternyata tidak juga, karena kami begitu menikmati perjalanan, dengan rute jalan Wonosobo yang mulus seperti jalan tol pasca terputus akibat longsor setahun yang lalu.

Sampai di Wonosobo, hawa-hawa sejuk pegunungan sudah mulai terasa, hamparan perkebunan sayuran, bukit-bukit hijau yang samar-samar tertutup kabut mulai terlihat. Membuat kami tambah tak ingin melewatkan perjalanan ini. Ketika azan magrib berkumandang, kami berhenti di masjid Baiturrahman Dieng untuk melaksanakan sholat Magrib. Dan alangkah terkejutnya kami ketika membuka kran dan menyentuh air yang dinginnya nyaris sama dengan air es.

“Gila jadi beku gue coiiii….” Ungkapan salah satu teman saya yang sampai ga solat solat gara-gara kedinginan. Selesai sholat, kami makan bekal yang sudah kami bawa dari rumah. Meskipun nasinya dingin dan makannya selembar kertas minyak berdua, tapi tetap dinikmati saja namanya orang kelaparan. Setelah itu, kamipun melanjutkan perjalanan dengan hampir 2 kali kesasar karena jalannya benar-benar gelap dan nggak kelihatan. Sepintas, kami jadi seperti peserta dan crew di acara Mr. Tukul jalan-jalan karena saking sepi dan gelapnya.

Di jalan yang tanjakannya lumayan tinggi, mobil sebelah sempat bernasalah akibat yang nyupir agak-agak kurang professional. Sempet takut juga mengingat sudah hampir jam 20.00, dan jalannya sepi banget seperti nggak ada kehidupan. Tapi Alhamdulillah bisa diatasi dan kami kembali melanjutkan perjalanan.

Dan pukul 21.00 kami baru sampai di desa Sambungan di mana akan menjadi tempat beristirahat kami sebelum kami manjat Gunung Sikunir besok pagi. Kamipun tanya-tanya homestay yang cocok dan murah, dan ternyata sudah full semua. Dan kami juga tidak mungkin bangun tenda karena hujan. Jadilah kami memutuskan yang cewek tidur di mobil, dan yang cowok terserah tidur di warung atau mushola.

Ternyata kami nggak bisa tidur saking dinginnya, kalau saja ada signal, saya pasti bisa liat berapa derajat celcius suhu di sana. Akhirnya jadilah kami bakar jagung di dekat Danau Cebong yang danaunya nggak kelihatan karena gelap. Setelah acara api-unggun-api unggunan selesai, kamipun tidur (sebenarnya juga gak bisa tidur sih). Dan jam 3 kami bangun karena kelaparan dan langsung beli pop mie dan ngopi-ngopi.

Next, kamipun siap-siap mendaki Gunung sikunir. Pukul 4.30pagi , dengan bekal beberapa flash di hp dan senter serta beberapa botol minuman kami mulai naik Gunung Sikunir. Akhirnya, dengan sedikit ngos-ngosan dan beberapa kali terpeleset, kami sampai di puncak. Ternyata di puncak rame banget dan ada ratusan pendaki lain di sana. (pendaki ?). Sampai di puncak, sunrise nya belum terlihat. Kami juga sempat was-was karena kabut tebal akan segera menutupi si matahari yang mau muncul. Kamipun menunggu sampai pukul 6. Dan tersibaklah kabut-kabut itu dan akhirnya terbayar sudah perjuangan kami.

Itulah mahakarya ciptaan Allah yang indah yang pernah saya lihat. Hal yang paling kami suka adalah karena kami begitu dekat sekali dengan langit. Dan yang kedua adalah kami bisa melihat kekarnya Gunung Sindoro dari atas Sikunir. Benar-benar indah. Pikiran saya saat itu hanya satu : “Ya Allah, kalau dunia saja ada tempat seindah ini, bagaimana dengan surga yang kataMu berjuta kali lipat lebih indah?”

Setelah berfoto-foto ria, kami turun dan segera pulang menikmati perjalanan dengan hamparan kebun sayur di sepanjang sisi perjalanan pulang kami. Yeaaahhh

Itu dia kekarnya gunung Sindoro, Subhanallah :)

Labels: Artikel
2 Komentar untuk "Catatan Perjalanan : Going to Sikunir "

Lieve your comment below...

Back To Top